Jenis dan Fungsi Pengaduk Mixer dalam Pastry dan Bakery

spiral mixer adalah

Apakah Anda mengetahui fungsi pengaduk mixer? Pengaduk mixer memang memiliki fungsi berbeda-beda. Tidak semua pengaduk mixer bisa digunakan untuk melakukan pekerjaan yang sama. Alih-alih Anda ingin mencampur dengan sempurna, kesalahan pemilihan pengaduk malah membawa masalah baru. Adonan bakery atau pastry Anda sudah pasti tidak bisa bercampur dengan baik. Itulah mengapa Anda harus memahami fungsi dari masing-masing pengaduk mixer. Penasaran apa saja fungsinya? Inilah penjelasan selengkapnya.

Jenis dan Fungsi pengaduk mixer

Pada hakikatnya, mixer dirancang untuk membantu mengaduk adonan. Dulu, mixer hanya memiliki satu macam pengaduk saja, yaitu spiral atau whisk. Sekarang, produsen mixer telah memberikan produk lainnya dari bentuk pengaduk.

Ketika Anda membeli suatu produk mixer terbaru, telah tersedia beberapa jenis pengaduk sekaligus di dalam paket pembelian. Namun bukan berarti Anda dapat memakai semuanya untuk segala jenis adonan. 

Jika Anda sembarangan menggunakan pengaduk mixer, maka jangan aneh jika hasil adonannya tidak bagus. Bahkan ada momen ketika kesalahan pemilihan pengaduk mixer membuat motor mixer menjadi rusak karena masalah berat adonan yang diaduk tidak sesuai pengaduknya. Oleh karena itu, mari berkenalan dengan seluruh fungsi dari pengaduk mixer di sini.

1. Spiral

Pengaduk mixer spiral atau dikenal juga dengan nama hook ini memiliki bentuk yang melingkar ke bawah dengan satu tangkai saja. Pengaduk ini digunakan untuk mengaduk adonan yang lebih berat dan butuh waktu istirahat, seperti roti, pizza, donat, dan lainnya.

Spiral juga hanya mampu mengaduk adonan dengan kapasitas air paling sedikit dibandingkan lainnya. Namun jangan sampai lupa untuk memerhatikan kadar air dalam adonan. Jika terlalu sedikit, maka motor mixer semakin bekerja lebih keras sehingga dapat rusak.

2. Whisk

Pengaduk mixer ini sudah tidak asing lagi untuk digunakan karena dapat dengan mudah ditemukan. Biasa digunakan untuk mengaduk adonan berupa telur, gula, dan margarin, bentuk dari whisk menyerupai jaring-jaring. 

Pengadukan menggunakan whisk membuat adonan lebih mudah tercampur dengan udara. Itulah mengapa pengaduk ini cocok untuk adonan yang memang membutuhkan banyak udara dan cairan. Anda dapat menggunakan whisk dengan kecepatan paling tinggi agar mampu memberikan hasil maksimal dan proses pengembangan yang sempurna. 

3. Paddle

Pengaduk mixer bernama paddle ini memang cukup jarang digunakan untuk rumah tangga. Paddle lebih sering ditemukan dalam bisnis bakery dan pastry yang membutuhkan bahan frosting cake, mentega, gula, dan pembuatan krim. Selain itu juga bisa digunakan untuk mengaduk adonan pembuatan keju, mashed potato, dan adonan lembut lainnya.

Bentuk paddle menyerupai pengaduk dengan tali besi paling padat jika dibandingkan dengan yang lainnya. Bentuknya gepeng dan agak melebar agar adonan padat lebih cepat lunak serta merata. Proses pengadukan dengan paddle sering kali dalam kecepatan sedang sehingga proses pencampuran menjadi sempurna.

Sekarang Anda sudah mengenal fungsi mixer spiral dan yang lainnya. Dari ketiga pengaduk mixer di atas, mana favorit Anda? Beruntung, sekarang Anda sudah bisa mendapatkan spiral mixer dengan kualitas terdepan di kelasnya yang telah Sinergi Trikarya sediakan. Klik di sini untuk membeli produk spiral mixer sekarang juga!