4 Kelemahan Usaha Roti yang Bisa Anda Pelajari

kelemahan usaha roti

Anda perlu tahu beberapa kelemahan usaha roti sebelum memutuskan untuk membuat bisnis di bidang satu ini. Memang, roti merupakan salah satu hidangan kuliner yang sering dikonsumsi oleh banyak orang. Akan tetapi, hal tersebut tidak serta merta dapat membuat bisnis roti mengalami keuntungan yang pesat. Ada berbagai faktor lainnya yang perlu diperhatikan agar penjualan roti dapat menguntungkan.

Melalui artikel ini, Sinergi Trikarya ingin berbagi informasi penting seputar kelemahan usaha roti yang perlu Anda ketahui sebelum memutuskan untuk membangun usaha tersebut. Dengan mengetahui kelemahan usaha roti, Anda dapat mencoba mencari cara agar usaha roti yang dibangun dapat memberikan keuntungan yang banyak serta dapat berdiri dalam waktu yang lama. Simak pembahasannya di bawah ini.

Apa Saja Kelemahan Usaha Roti?

Berikut ini, setidaknya ada 4 kelemahan dalam menjalankan usaha roti yang perlu Anda ketahui, yaitu:

1. Target Pasar yang Tidak Spesifik

Kelemahan usaha roti yang pertama adalah target pasar yang tidak spesifik. Hampir sebagian besar pemilik usaha roti menetapkan target pasar yang terlalu general atau umum. Meskipun banyak orang mengonsumsi roti, tapi bukan berarti Anda dapat menetapkan target pasar secara general.

Dalam menentukan target pasar untuk usaha roti, Anda dapat membagi target pasar sesuai produk yang dijual. Misalnya, Anda menjual roti dengan isi selai coklat, maka arahkanlah produk tersebut kepada target pasar yang menyukai rasa coklat. Selain itu, Anda juga perlu mengetahui perilaku atau kondisi seseorang seperti apakah mereka sedang dalam program penurunan berat badan atau memiliki kondisi lactose intolerant. Dengan demikian, jika Anda memasarkan usaha roti kepada target pasar yang lebih spesifik, maka penyusunan strategi marketing-nya pun akan lebih mudah dan efektif. 

2. Inovasi yang Tidak Berkembang

Banyak pemilik usaha roti yang tidak menyadari bahwa mereka terlalu cepat puas dengan produksi roti yang dihasilkan. Akibatnya, hal tersebut membuat mereka tidak memiliki inovasi dalam mengembangkan produk rotinya. Inovasi sangat penting untuk dilakukan dalam setiap hidangan apapun, termasuk roti.

Oleh karena itu, jika Anda ingin menjalankan usaha roti, buatlah inovasi-inovasi yang dapat menarik minat lebih banyak orang. Buatlah inovasi dari segi bentuk, rasa, packaging, dan apapun yang dapat membuat roti Anda terlihat menarik di mata orang.

3. Masa Simpan Roti yang Sebentar

Roti memiliki masa simpan yang sebentar. Lewat dari 4 hari, maka protein dan pati roti akan muncul sehingga dapat membuat roti menjadi bulukan atau berjamur. Oleh karena itu, Anda dapat mencoba untuk membuat packaging yang kedap udara atau memberikan himbauan kepada customer untuk menyimpan roti di dalam kulkas agar masa simpan roti dapat bertahan lama. Selain itu, kembali kepada poin nomor 3, Anda juga dapat mencoba untuk melakukan inovasi yang dapat membuat masa simpan roti menjadi lebih lama.

4. Keterbatasan Alat

Kelemahan terakhir yang sering terjadi di dalam bisnis roti rumahan adalah keterbatasan alat. Tidak seperti di toko roti besar, biasanya bisnis roti rumahan hanya mengandalkan alat-alat terbatas yang ada di dapur saja. Hal tersebut dapat mempengaruhi kualitas roti yang dihasilkan sehingga customer enggan untuk membeli roti Anda kembali di kemudian hari.

Anda dapat melengkapi kebutuhan alat untuk memproduksi roti melalui Sinergi Trikarya. Kami memiliki berbagai macam kebutuhan mulai dari dough divider yang dapat digunakan untuk membagi adonan roti secara rata, hingga deck oven yang mampu membuat roti matang secara menyeluruh meskipun diproduksi secara banyak sekaligus hingga berloyang-loyang. 

Untuk itu, agar Anda dapat mengatasi kelemahan usaha roti di atas, mulailah untuk menggunakan peralatan yang berkualitas agar produk-produk roti yang dihasilkan juga menjadi berkualitas pula. Hubungi Sinergi Trikarya sekarang juga untuk mendapatkan kebutuhan bisnis roti Anda.